• L3

Thursday, 12 April 2012

"Apa yang Salah dari Diriku??"

Wednesday, 11 April 2012

MANUSIA

Sadarkah kita bahwa;

Kita dilahirkan dengan dua mata di depan, karena seharusnya kita melihat yang ada di depan?

Kita lahir dengan dua telinga, satu kiri dan satu di kanan sehingga kita dapat mendengar dari dua sisi dan dua arah. Menangkap pujian maupun kritikan, Dan mendengar mana yang salah dan mana yang benar.

Kita dilahirkan dengan otak tersembunyi di kepala, sehingga bagaimanapun miskinnya kita, kita tetap kaya. Karena tak seorang pun dapat mencuri isi otak kita yang lebih berharga dari segala permata yang ada.

Kita dilahirkan dengan dua mata, dua telinga, namun cukup dengan satu mulut. Karena mulut tadi adalah senjata yang tajam , yang dapat melukai, memfitnah, bahkan membunuh. Lebih baik sedikit bicara, tapi banyak mendengar dan melihat.

Kita dilahirkan dengan satu hati, yang mengingatkan kita untuk   menghargai dan memberikan cinta kasih dari dalam lubuk hati. Belajar untuk mencintai dan menikmati untuk dicintai, tetapi jangan pernahmeng harapkan orang lain mencintai anda dengan cara dan sebanyak yang sudah anda berikan.

Berikanlah cinta tanpa mengharapkan balasan, maka anda akan menemukan bahwa hidup ini terasa menjadi lebih indah.

Friday, 6 April 2012

Seorang Ayah



Biasanya, bagi seorang anak yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya. Akan sering merasa kangen sekali dengan Mama/Ibunya.

Lalu bagaimana dengan Papa/ayah?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak kecil……

Papa biasanya mengajari anak kecilnya naik sepeda. Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu. Kemudian Mama bilang :

“Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya”.

Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka.

Tapi sadarkah kamu?

Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu anak kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta mainan yang baru, Mama menatapmu iba. Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas :

“Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang”

Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :

“Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”.

Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja….

Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”. Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?

Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat – sangat luar biasa berharga. Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu. Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama.

Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya. Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir. Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut – larut. Ketika melihat anaknya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .

Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?

“Bahwa anaknya akan segera pergi meninggalkan Papa”

Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Sarjana atau Insinyur. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata – mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti. Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa.

Ketika kamu menjadi anak dewasa….

Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain. Papa harus melepasmu di bandara. Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu? Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini – itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.

Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata:

“Jaga dirimu baik-baik ya..”.

Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT…kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa. Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta mainan baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan. Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : “Tidak…. Tidak bisa!”

Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan “Iya, nanti Papa belikan untukmu”.

Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana. Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu. Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “anaknya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”

Sampai saat seorang teman datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya. Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..

Karena Papa tahu…..

Bahwa seseorang itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya….

Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia….

Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?

Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa….

Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: “Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik….

anakku yang lucu dan kucintai telah menjadi manusia yang sempurna….

Bahagiakanlah ia bersamanya…”

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk…

Dengan rambut yang telah dan semakin memutih….

Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya….

Papa telah menyelesaikan tugasnya….

Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita…

Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…

Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…

Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .

Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal..



****I LOVE YOU AYAH****

Saturday, 31 March 2012

Sahabat Sejati




Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri.

Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah.

Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama karenanya.

Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya.

Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur – disakiti, diperhatikan – dikecewakan, didengar – diabaikan, dibantu – ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian.

Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya.

Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.

Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.



Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis. Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya. Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.

Ingatlah kapan terakhir kali kamu berada dalam kesulitan. Siapa yang berada di sampingmu? Siapa yang mengasihi kamu saat kamu merasa tidak dicintai? Siapa yang ingin bersama kamu saat kamu tak bisa memberikan apa-apa ??

Merekalah sahabat sejati mu! Hargai dan peliharalah selalu persahabatanmu.

Thursday, 29 March 2012

KELUHAN SEORANG ANAK YANG SELALU DI BEDA-BEDAKAN...

Terkadang orang tua lupa, entah di sengaja atau tidak, mereka sering sekali membedakan antara anak yang satu dengan anak yang lainnya,  padahal Anda tau bahwa, membedakan seorang anak dengan anak yang lainnya itu akan merusak jiwa mereka...



Si anak akan tumbuh menjadi anak yang salah PERGAULAN ..,  dan menentang orang tuanya sendiri !!!   di karenakan kurang perhatiannya orang tua kepadanya...
Begitu pula dengan si anak yang di sayangi, yang bagi mereka adalah sebagai anak yang penurut dan patuh kepada orang tua...  diapun akan tumbuh menjadi anak yang TIDAK MANDIRI,  selalu bergantung kepada orang tuanya,  di karenakan mendapat perhatian yang berlebihan dari sang orang tua...




Semua itu akan berpengaruh pada tumbuh kembang, FISIK serta cara BERFIKIR si anak...
Semestinya yang harus kita lakukan sebagai orang tua yang bijaksana adalah bisa MEMAHAMI dan MENGETAHUI ...  sikap,sifat serta karakter anak-anak kita, bukanlah merusak atau menjadikan mereka salah jalan dan kemudian mencari perlindungan di luar sana...




Seharusnya  sebagai orang tua jadikanlah anak-anak Anda sebagai ASET masa depan Anda...
mendukung apa yang menjadi CITA-CITAnya dan memberikan MOTIVASI untuk apa yang akan jadi BAKATnya...




Jadilah orang tua PINTAR dimata anak-anak ANDA...!!!

SEBIRU HARI INI

oleh: Yuryandhani Hidayanto

Perpisahan harus ada di dunia ini. Agar semua orang tidak selalu tersenyum. Agar setiap orang dapat mengerti betapa berharganya waktu yang telah kita lewati. Agar air mata yang diciptakan tidak sia-sia. Terlalu sombong untuk keluarkan air mata hanyalah seorang pengecut yang tidak berani menghadapi kenyataan. Tanpa air mata, !? hey, sadar!... kaki kita masih memijak bumi. Langit masih di atas kepala kita. Kita bukan sedang berada di surga. Ketika seseorang meneteskan air matanya, entah karena bahagia, atau sedih sekalipun. Karena buat aku, air mata adalah bukti ketulusan.

Ketika itu, aku terduduk di sebuah bangku taman sekolah. Tidak ada yang aku lakukan. Hanya saja, pikiranku melayang jauh mengingat sebuah kejadian di sini. Ya..Di bangku yang sedang aku duduki sekarang. Sesekali aku memejamkan mataku, sambil sedikit membuka senyumku. Aku melihat wajahku yang begitu bahagia disitu. Senyumnya begitu lepas. Di sebelahku, berdiri seorang perempuan yang sangat cantik. Canda tawanya, membuat hariku ketika itu semakin berwarna. Sebiru hari ini. Langitnya begitu bersih. Begitu biru. Tanpa ada awan yang menghalanginya.

Aku begitu mengenal perempuan itu. Selama tiga tahun aku di sini, dia lah orang yang paling mengerti aku. Ketika aku merasakan perihnya cinta, dialah orang pertama yang menjagaku agar tidak terjatuh. Ketika aku tidak bisa memutuskan mana yang terbaik, dialah orang pertama yang memegang pundak ku untuk memberikanku dorongan. Dan ketika aku memiliki sejuta mimpi, dialah satu-satunya orang yang membuatku ingin segera wujudkan mimpi itu.

Aku begitu ingin mengulang semua kejadian itu. Aku ingin aku yang ada di imajinasi ku sekarang adalah aku yang sekarang. Dengan baju SMA yang sedikit urakan, dan ditemani sahabat sejatinya. Aku ingin mendengar sekali lagi saja suara tawa nya yang selalu membuatku tersenyum simpul ketika aku sedih sekalipun.
Satu hari terberat yang harus aku lalui. Ketika suara yang memang tidak asing olehku, terdengar dari arah belakang. Terdengar jelas suara teriakan dan langkah kakinya yang sedikit berlari. Aku menolehkan wajahku. Sahabatku…Dengan memegang secarik kertas ditangan kirinya. Dia memelukku hingga membuat badanku hampir terjatuh. Sambil mengatur nafas, dia mencoba mengabarkan sesuatu. Kertas yang dia pegang sekarang, adalah surat balasan dari sebuah Universitas ternama di kota Paris. Sahabatku yang satu ini memang bermimpi untuk bersekolah disana. Aku bisa membayangkannya betapa dia ingin sekali menjadi bagian dari sekolah itu. Setiap dia menceritakannya, aku tau mimpi terbesar dia adalah melanjutkan sekolahnya disana. Dan sekarang, semua impiannya terwujud.

Aku hanya terdiam. Aku bahagia. Dan aku sedih. Aku tidak bisa berkata apapun lagi. Aku tau, sahabatku itu akan pergi jauh untuk waktu yang cukup lama. Siapa lagi yang akan menemaniku ketika aku sedih, siapa lagi yang akan memarahiku ketika aku mulai melakukan hal bodoh lagi. Dia pergi dengan sejuta harapan dan mimpi. Mengubur semua cerita indah bersama. Cerita hitam putih yang tergores tawa dan luka. Aku selalu menunggu datangnya waktu dimana dia akan memenuhi janjinya. Ketika itu, dia berkata bahwa dia akan pulang secepatnya dengan tambahan gelar di belakang namanya. Gelar dari hasil dia bersekolah di universitas impiannya.

Dan aku juga berjanji, ketika dia pulang nanti aku telah menyelesaikan sekolahku dan semua orang tau jika mendengar namaku. Semua janjiku sudah aku penuhi sejak dua hari yang lalu. Aku telah menjadi sarjana dan langsung bergabung dengan tim yang di bentuk oleh Presiden untuk proyek jembatan yang menghubungkan pulau Sumatera dan pulau Jawa. Kini banyak orang yang mengetahuku. Karena aku adalah anggota termuda di tim itu. Sekaligus menjadi satu-satunya arsitek asal Indonesia yang akan bekerja sama untuk menyelesaikan proyek itu bersama para ahli dari Negara-negara lain. Aku ingin sahabatku sekarang ada disini. Aku ingin menyampaikannya langsung kepadanya.

Pandanganku tertuju pada salah satu sudut sekolahku. Disanalah kami membuat janji itu. Janji yang entah kapan akan terwujud. Aku melihat seorang pria dengan setelan jas lengkap sambil membawa gulungan kertas di tangannya.Seperti gulungan kertas gambar yang biasa di bawa seorang arsitek. Aku bisa mengetahui perasaan orang itu dengan sorot matanya yang begitu berbinar. Aku melihat laki-laki itu menunggu langkah kaki seorang perempuan yang dia tunggu sampai di depannya. Aku sedikit membelokkan pandanganku. Seorang perempuan dengan blazer dan celana hitamnya menuju ke arah laki-laki itu sedikit tergesa. Senyumnya tidak berhenti. Ketika perempuan itu sampai di hadapan laki-laki yang menunggu tadi, aku melihat mereka terdiam sejenak. Lalu, mereka saling memeluk. Tampak rasa rindu yang begitu besar diantara mereka.

Lalu perempuan itu memandangku. Langkahnya terus mendekatiku. Oh Tuhan, begitu parahnya aku berhalusinansi hingga membuat hayalanku begitu nyata. Perempuan itu kini sampai di depan tempat aku duduk tadi. Aku berdiri, dan tetesan hujan membangunkanku dari imajinasiku. Aku menengadahkan kepala ku ke atas. Tidak, Hari ini tidak hujan. Langitnya begitu bersih. Begitu biru. Tanpa ada awan yang menghalanginya. Aku kembali mengarahkan pandanganku ke arah perempuan tadi. Aku kembali merasakan tetesan air di tanganku. Sekarang aku tau, itu bukan hujan. Tapi air mataku yang mulai menetes. Air mata bahagia karena sahabat lamaku yang selalu aku tunggu kini nyata ada di depanku. Dia memberikanku sebuah kertas. Itu ijazah. Tertulis sebuah nama yang sangat aku kenali. Bellen Nastitie Pamela Fury. Dia menepati janjinya, Seindah hari ini. Sebiru hari ini, yang langitnya begitu bersih. Begitu biru tanpa awan yang menghalanginya.

Saturday, 7 January 2012

BELAJARAN DARI NOBITA

   Ketika saya mengalami hambatan dalam hidup, saya teringat pada Nobita. Dialah yang menjadi sumber inspirasi saya untuk tetap bertahan dan berjuang menghadapi segala rintangan yang ada. “Lho, mengapa Nobita?” mungkin Anda bertanya-tanya, “bukankah dia hanya bocah bodoh cengeng yang selalu bergantung pada Doraemon? Kalau mengambil inspirasi dari dia bisa-bisa kita tidak pernah maju dong?”
    Izinkan saya untuk tidak setuju dengan Anda.
Nobita bukan bocah bodoh yang cengeng belaka; dia memunyai sifat-sifat lain yang mungkin luput dari perhatian, tapi toh nyata. Pertama, saya akan menyinggung fakta bahwa meskipun ia selalu diperlihatkan mendapat nilai 0 ketika ulangan, ia tidak pernah tinggal kelas. Hal ini membuktikan bahwa tidak semua nilainya 0. (dan memang tidak, dia pernah diceritakan mendapat nilai 65 dan bahkan 100.)
     Perlu saya tekankan bahwa meskipun ia memang sering dibantu Doraemon dalam menghadapi ujian, dia tidak pernah melakukan kecurangan ketika ujian. Suatu ketika ketika ia hendak memakai Pensil Komputer untuk mendapat jawaban benar secara otomatis saat ujian, ia segera mengurungkan niatnya dan memilih untuk mengerjakannya dengan cara yang jujur.
   Hal kedua yang ingin saya sampaikan adalah mengenai insistensinya untuk tetap bergerak maju.Memang ada saat-saat ketika Nobita mengalami kejatuhan mental tapi dia tak pernah berlama-lama bersikap demikian. Saya menemukan bahwa selain karena dukungan Doraemon, ia juga telah berjanji pada neneknya untuk meniru boneka daruma: “yang selalu segera bangkit tegak kembali dengan muka yang tegar walaupun jatuh terguling-guling.”
Anda bisa menyanggah bahwa ia bisa terus maju dan ‘selamat’ hanya karena bantuan Doraemon dan dia selalu tergantung padanya dalam memecahkan setiap masalah. Perlu diingat bahwa ketika Nobita SMP Doraemon sudah tidak ada, yang berarti ia berjuang tanpa Doraemon mengarungi masa SMP-SMU-Kuliah. Ia pun pernah berjanji tidak memanggil Doraemon seharian penuh agar Doraemon bisa liburan dengan tenang, dan berhasil menepati janjinya walaupun hari itu ia lebih sial dari biasanya.
     Satu kisah yang membuat saya sangat mengagumi Nobita adalah kisah kepergian Doraemon. Ketika Doraemon akhirnya memutuskan untuk pulang ke masa depan, Nobita menangis, merengek dan memohon agar Doraemon tidak pergi. Namun pada malam harinya ia terang-terangan menantang Giant dan berhasil membuat Giant lari setelah pertarungan yang berat sebelah. Nobita yang babak belur lalu berkata Doraemon; “aku menang, Doraemon. Pulanglah tanpa rasa khawatir, sebab tanpamu aku masih bisa menang…”
     Nobita bukan orang yang selalu menang. Ia menjalani hidupnya tanpa prestasi yang berarti, namun toh ia menjalani hidupnya dengan penuh arti. Suatu ketika Nobita yang telah dewasa dan bekerja berkata pada Nobita kecil yang datang dari masa lalu; “Janganlah kecewa.. Shizuka adalah istri yang baik dan Nobisuke, walaupun nakal, juga adalah anak yang baik. Meskipun kehidupanku biasa saja, aku bahagia bisa membahagiakan mereka, dan tentu saja aku akan selalu berusaha lebih keras untuk lebih membahagiakan mereka.”
     Singkat kata, Nobita mempunyai kualitas-kualitas tak terduga yang bisa kita tiru untuk mengarungi hidup yang penuh tantangan ini: kejujuran, ketegaran, kemauan untuk berubah dan kemampuan untuk bersyukur.