• L3

Wednesday, 13 November 2019

OPINION

Manusia adalah makhluk sosial yang tak bisa hidup tanpa adanya orang lain. Manusia harus saling bantu membantu dan bekerja sama agar kehidupan ini berjalan dengan baik. Fitrah manusia tersebut menjadikan kita semua saling terikat dan saling membutuhkan satu sama lain.

Namun tidak semua manusia berpandangan yang sama seperti itu. Akan ada segelintir orang yang hanya memikirkan ego dan kepentingan diri sendiri. Mereka bahkan seakan-akan tidak peduli dengan keadaan dan perasaan orang lain. Yang ada dibenak mereka hanyalah kepuasaan pencapaian pribadi.


Jika ternyata demikian, di saat itulah kita harus mengenal yang namanya kemandirian. Kita tak bisa selamanya bergantung pada orang lain. Disaat oranglain tak bisa diandalkan, maka kita harus belajar mandiri untuk bisa melakukannya sendirian.

Terkadang kita berpikir apakah kita harus melakukan hal serupa seperti dirinya. Ibaratnya air tuba dibalas dengan air tuba juga. Egois dibalas dengan egois, atau tidak peduli dibalas dengan tidak peduli? Entahlah.

Namun alangkah baiknya kalau kita tidak melakukan hal yang sama sepertinya. Karena jika membalas perlakukan orang lain itu artinya kita termasuk kedalam orang yang pendendam.

Lebih baik kita melupakan dan terima kenyataan kalau kita saat ini harus bisa berdiri sendiri, di kaki kita sendiri. Walau terasa agak berat, namun ikhlas dan ambil hikmah-nya saja.

Setidaknya kita mulai paham bahwa tidak semua orang selalu ada untuk kita. Ingatlah bahwa bayanganmu sendiri saja akan meninggalkanmu saat gelap, apalagi manusia.

Jadi mulai saat ini belajarlah untuk harus bisa berdiri sendiri dan mandiri. Walaupun hidupmu saat ini masih terasa ramai, namun percayalah akan ada saatnya kita untuk merasa sendirian dan kesepian. Bukan hari ini, tapi nanti!.

Thursday, 10 October 2019

Kegelisahan Di Pesta Keluarga

Hmm.. setiap denger kata "Pesta Keluarga" yang ada di pikiran aku tuh membosankan, melelahkan, lama, Banyak orang dll. Beda sama yang orang-orang lain pikirkan. Yah mungkin terdengar agak egois atau apalah tapi aku punya alasan kenapa. 

Kalau lagi di pesta keluarga tuh aku merasa kayak lagi datang pesta keluarga temen. Aku merasa asing. Di saat sepupu-sepupuku lagi asik bercanda, aku cuman bisa liatin dan senyum aja Terkadang aku cuman duduk, kalau udah mau makan baru deh berdiri (kok ini kayak cuman ngincar makanan yah wkwk). 

Keluarga yang muda-muda kadang nongkrongnya di kamar kan yah dan aku gak berani masuk di kamar keluarga aku sendiri. Takutnya aku masuk disana gak ngapa-ngapain, jadinya awkward deh. Jadinya aku cuman diem aja di tempat sekali-kali ngutak-ngatik hp.


Kadang mereka manggil sih tapi aku cuman ngangguk terus senyum. Bukannya aku gak mau, aku sih mau banget tapi entah kenapa aku merasa asing.

Aku sering berpikir coba dari dulu aku beraniin diri buat mendekatkan diri pasti gak gini. 

Aku ngerasa kayak semuanya udah terlambat dan aku akan selamanya diam seperti ini. Karena kalau aku tiba-tiba cerewet kan lucu. Dulu diem eh datang-datang langsung heboh. Aneh aja sih menurut aku. 

Aku gak tau gimana caranya memulai semuanya, biar aku bisa dekat dan nyaman sama keluarga aku sendiri. Haha pasti kalian berpikir aku ini orang teraneh, sama keluarga sendiri aja malu. 

Aku juga sering merasa gak sopan. Kalau mau ngelewatin orang kan biasanya bilang "permisi" satu kata sederhana itu sangat sulit aku ucapkan. Kayak ada lem yang menempel di mulutku mencegahku berbicara. Alhasil aku lewat-lewat aja tanpa bilang permisi dan pada akhirnya aku merasa bersalah. Padahal aku gak berniat melakukannya cuman ketakutanku saja yang mencegahku.

Karena aku pendiam. Jarang ada yang mau ngomong sama aku. Aku jadi merasa kesepian tiap datang ke pesta. Soalnya tiap ajak ngomong aku ngejawab sih tapi suaranya kecil. Mungkin mereka merasa aku gak asik. Terus kadang aku jawab kelamaan. Soalnya kalau mau menjawab itu aku pikirin dulu matang-matang apa yang mau aku jawab. Baru mau aku jawab mereka udah bilang "yah di kacangin." Kan sebel juga sih haaah begitulah nasib jadi introvert yang teracuhkan.

Tapi biasanya ada juga sih yang muji 

"Wahh kamu sabar banget yah." 

Entah mengapa pujian itu serasa gak enak. Yah begitulah aku di pesta keluarga. Emang aku cocoknya di rumah aja, aku malah seneng hehe. Tapi kalau sama keluarga kayak bapak,ibu, dan saudara sih gak gitu-gitu amat. Malah rese wkwk.

Wednesday, 12 June 2019

Definisi Peduli

Definisi peduli adalah sebuah sikap yang mana kita merasa khawatir tentang kondisi dan keadaan yang terjadi pada diri seseorang. Rasa peduli ini biasanya kita tunjukan kepada seseorang yang dianggap sangat berharga seperti, orang tua, saudara, keluarga, teman, sahabat, bahkan pacar dan pasangan. Semakin berharga seseorang itu dihidup kita, maka semakin peduli juga perasaan yang kita berikan kepada mereka.

Sebenarnya makna peduli itu sangat luas, salah satunya adalah memberikan perhatian-perhatian kepada seseorang. Perhatian ini dimaksudkan supaya orang yang cintai dan sayangi tidak terjerumus kepada hal-hal yang negatif. Untuk mencegah dia memilih jalan yang salah, cara sederhana nya adalah cukup memberikan dia sebuah nasehat dengan membedakan yang mana sesuatu yang baik, dan yang mana sesuatu yang tidak baik, agar makna nasehat itu bisa cepat untuk dimengerti dan dipahami.

Namun dengan begitu, ada seseorang yang menganggap sebuah perhatian yang ia dapat adalah sebuah larangan yang mengekang. Peraturan-peraturan yang ia dapat karena rasa peduli seseorang justru membuat orang ini merasa muak dan tidak nyaman. Sebetulnya sih, saat kita memperdulikan seseorang, itu adalah sebuah tanda rasa cinta dan kasih sayang, tapi terkadang,  seseorang yang kita pedulikan malah menganggap kita seorang yang “banyak mengatur”,”atau”,”banyak merintah”.

Nah kondisi yang sulit diatur inilah yang kadang membuat kita merasa lelah untuk peduli sama seseorang, kita merasa bahwa apa yang selama ini kita korbankan terasa sia-sia. Ada kalanya sih kita berpikir “untuk apa lagi peduli jika tidak dihargai yang ujung-ujung malah membuat kita sakit hati”.

Ada benarnya juga sih kata kata bijak yang mengatakan “kadang bersikap masa bodo itu menenangkan”. tapi seakan “melepaskan tangan” juga sebenarnya tidak bisa membuat kita merasa tenang dan bebas sepenuhnya. Walaupun kamu sudah mengucapkan “I Dont care” tapi kalo nyatanya seseorang itu sulit untuk dilupakan atau orang yang memang berharga, jelas rasa cemas masih akan ada.

Kemudian, kata kata “bodo amat” atau “gak peduli” juga bisa kita ucapkan kepada seseorang yang tidak menyukai atau benci sama kita. Untuk apa juga menghabiskan waktu memikirkan orang-orang nyatanya tidak suka sama kita, gak ada untungnya juga. Biarin aja mereka mau ngomong apa, selagi kata-katanya tidak sesekali mengubah diri kamu sendiri. “emang gue pikirin”.