• L3

Wednesday, 21 December 2016

Waktu Luang

Setelah kuliah, mengikuti aktivitas ekstra, mengobrol sama teman, jalan-jalan dan mengerjakan pekerjaan rumah (mencuci, menyapu dan lain-lain). Kamu masih punya banyak waktu luang. Pepatah mengatakan, "Keberhasilan seseorang bergantung pada bagaimana ia mengatur waktu luangnya!". Untuk apa waktu luang itu? Kamu membutuhkan waktu pribadi yang kamu gunakan untuk menyapa dirimu, mengenali emosimu dan memperbaiki semangatmu dalam perjalanan hidup ini. Salah satu fungsi waktu luang adalah untuk mengasah gergajimu.

Bila kamu seorang tukang kayu, kamu tak bisa menghabiskan seluruh waktumu untuk menggergaji kayu. Sesekali, kamu harus berhenti untuk memeriksa gergajimu dan mengasahnya agar ia tetap tajam. bila terus dipakai, gergaji itu akan patah atau tumpul. akhirnya, gergaji itu tak bisa lagi digunakan . 

Kamu tentu saja bisa membeli gergaji baru untuk menggantikannya, namun itu tidak berlaku bila gergaji itu adalah kesadaran dan tenaga kamu. Gergaji patah bisa diganti, namun bila kesadaran macet dan stres, kamu harus memperbaikinya dari dalam. Ini membutuhkan waktu yang tak sebentar. Makanya, jangan karena mengejar setoran, lantas kamu tak peduli pada kesehatan tubuhmu sendiri atau kamu lupa untuk menyenangkan pikiranmu.

Waktu luang sangat penting untuk mengasah gergaji atau untuk menambah kemampuanmu. Segala sesuatu yang digunakan terus-menerus akan aus, demikian juga pikiran, tubuh dan kesadaranmu. inilah hal penting dari tersedianya waktu luang.

Waktu luang tidak datang begitu saja. Ia ada bergantung pada penilaian kamu mengenai "mana yang urgen (mendesak)" dan "mana yang penting". "Yang penting" merupakan hal-hal yang paling penting bagimu, kegiatan-kegiatan utama kamu dan yang berkontribusi terhadap tercapainya misi serta sasaranmu. "Yang mendesak (urgensi) " merupakan hal-hal menekan yang menuntut perhatian agar segera dilaksanakan.

kadang-kadang, kamu berada pada situasi yang mendesak. Semunya harus diselesaikan sekarang juga. Saat itu, kamu merasakan kiamat kecil. Kamu panik dan hasil akhirnya bisa ditebak, Kamu tidak bisa menyelesaikan pekerjaanmu.

Namun, ada pula orang yang justru dalam keadaan terdesak sanggup mengerjakan sesuatu secara baik. ini dinamakan kecanduan urgensi. Jalan tengahnya adalah bila kamu sanggup memilah dan memilih, mana yang mendesak dan mana yang tidak. Agar kamu tahu bagaimana cara mengatur dirimu dalam waktu.

Monday, 19 December 2016

Kehidupan Bukanlah Geladi Resik

Kehidupan Bukanlah Geladi Resik. Kamu hanya diberi kesempatan satu kali. kalau tidak memanfaatkan dengan sebaik-baiknya, kamu tidak bisa berbuat apa pun untuk mendapatkan kembali waktu yang telah lewat.

Kamu bisa saja mengulang sebuah mata kuliah yang sebelumnya tidak lulus. Namun, itu berarti, kamu membuang-buang waktu yang seharusnya dapat kamu manfaatkan untuk melakukan hal lain.

sekali lagi, kehidupan ini bukanlah geladi resik yang membolehkan kamu bersantai. Kamu harus tampil hari ini, bukan besok. Bila tidak menyeriusinya sekarang, kamu akan kedodoran di masa depan. kalaupun kamu mau menganggap bahwa selama kuliah sama dengan saat bergeladi resik sebelum kehidupan yang sebenarnya, tak apa-apa juga. Namun, kamu tetap harus serius saat latihan agar saat pentas di dunia nyata, kamu sudah menjadi aktor terlatih.

"So, janganlah berpangku tangan! Segeralah melakukan apa saja yang membuatmu dapat memenuhi impianmu itu"