“Sorry, ga bisa, lagi sibuk nih..”
Sepertinya sibuk sudah menjadi alasan yang super efektif untuk “menghindar” dari hal yang tidak diinginkan. Terbukti dengan “mengkambing hitam”kan kata “sibuk” ini, orang yang menjadi lawan bicara otomatis mau tidak mau akan mengatakan “ya sudah, gak papa, nanti saja” atau dengan variasi kata lain yang isinya aku rapopo, hahahaha..
Bisa saja sedang tidak melakukan apa-apa, namun mengatas-namakan kesibukan agar bisa kabur dari suatu ajakan. Tapi tidak dipungkiri, mungkin memang sedang benar-benar sibuk. Sibuk sudah menjadi suatu hal yang samar-samar, bisa merupakan kepastian atau hanya sebuah ilusi belaka. Bahkan tidur pun bisa menjadi alasan dibalik kata “sibuk”, sedang sibuk untuk tidur misalnya, dengan artian tidak dijabarkan sedang sibuk melakukan apa.
Padahal, semua itu tergantung prioritas, mana yang didahulukan, mana yang lebih mendesak, atau mana yang mempunyai porsi “lebih”. Waktu itu bisa “dicari” selama kita tahu mana yang menjadi “prioritas”.

No comments:
Post a Comment