• L3

Monday, 2 November 2015

MASALAH

Masalah, semua orang pasti pernah mengenal dia, baik wujud yang kecil ataupun besar, bahkan mungkin saat ini ada yang sedang bertarung mati-matian melawan dia, atau malah berlari mati-matian untuk menghindari dia. Yang pasti, masalah akan terus ada selama kita ada di dunia.

Masalah dapat dianalogikan sebagai tugas dalam hidup yang sedang menunggu untuk diselesaikan menurut timeline nya masing-masing tergantung kesiapan mental tiap orang untuk mencari jalan keluar dari masalah yang muncul. Timeline tiap orang bisa saja berbeda, ada yang lebih cepat mencapai tingkat masalah berskala besar, ada pula yang masih berkutat dengan masalah-masalah berskala kecil.

Ada masalah yang dapat dengan mudah diselesaikan, bahkan dengan mata tertutup pun bisa. Ada pula masalah yang sangat sulit untuk ditemukan jalan keluar / solusinya, sampai jungkir balik, kaki di kepala dan kepala di kaki tetap tidak menemukan pemecahannya.

Ketika kita berhasil menyelesaikan masalah, kita sebenarnya mendapatkan “cara mencari solusi”. Semakin tinggi level masalahnya, semakin kompleks “cara mencari solusi” yang kita mengerti. Tapi, apakah semua masalah berlevel “tinggi” itu, memerlukan cara yang sedemikian rumit ? dan sebaliknya, apakah masalah yang berlevel “rendah” , tidak membutuhkan cara penyelesaian ? Kenyataannya tidak semuanya memerlukan pemikiran yang kompleks untuk diselesaikan, bahkan hanya semudah  “melihat dengan cara yang berbeda” dengan yang selama ini dilakukan.

Ada satu sifat jelek dari masalah, semakin dihindari, masalah akan semakin besar, dia akan semakin kejam mengejar untuk diselesaikan dan tidak akan berhenti sampai kita menghadapinya face to face.

Bukankah sulit untuk menghadapi masalah yang sedemikian kompleks secara face to face ?
Tidak ada yang mengatakan semua akan mudah, bahkan akan semakin besar dan menakutkan dengan pertimbangan-pertimbangan lain yang muncul akibat menunda untuk menyelesaikan.

Masalah apapun, hadapi saja, itu sebagian dari proses mematangkan mental, mendewasakan pikiran, berpikiran terbuka, memperluas sudut pandang kita, dan menjadi pribadi yang lebih baik dari diri kita kemarin.

Lebih baik tidak terfokus terhadap kerasnya atau sulitnya masalah yang dihadapi, fokuslah untuk mencari solusi dan pemecahan masalah, pasti ada cara lain, tidak mungkin ada masalah tanpa ada jalan untuk menyelesaikannya, bahkan bisa saja cara yang sudah ada selama ini namun kita terlalu “buta” untuk melihat cara itu karena berpikir terlalu “kompleks” tanpa melihat sudut pandang yang berbeda.
Ingat, ketika kita berada di dalam kegelapan, jangan menyalahkan kenapa kegelapan itu ada.
Jika tidak menyukai gelap, carilah lampu.
Jika tidak ada lampu, nyalakanlah lilin.
Jika tidak ada lilin, carilah sumber cahaya lain.
Bahkan jika tidak ada sumber cahaya, lihatlah ke langit, bintang akan tetap menjadi kompasmu.
Semua kemungkinan, semua jalan keluar, semuanya ada dan tersedia, hanya, apakah kita mampu melihat kemungkinan penyelesaian itu ?

No comments:

Post a Comment